
Jumlah anak-anak yang dituduh sebagai penyihir di Afrika meningkat tajam. Anak yatim, anak jalanan, albino dan anak cacat menjadi sangat berisiko.
Laporan dari Unicef menyatakan bahwa anak-anak yang dituduh sebagai penyihir, ada yang berusia delapan tahun, dibakar, dipukuli dan bahkan langsung dibunuh sebagai hukumannya.
Pada 10-20 tahun yang lalu, yang tertuduh menjadi penyihir merupakan para wanita dan orang-orang tua.
Meningkatnya kekerasan yang terjadi terhadap anak-anak dikarenakan tingginya urbanisasi pada benua itu dan juga gangguan yang disebabkan oleh perang.
Faktor sulitnya ekonomi juga diperkirakan menjadi penyebab hal tersebut.
Seperti dilansir BBC, Senin (19/7/2010), lebih dari 20 ribu anak jalanan dituduh sebagai penyihir di Ibu Kota Kinshasa, Republik Demokratik Kongo.
Kebanyakan anak-anak yang dituduh sebagai penyihir adalah anak laki-laki dengan rata-rata usia mereka ada 14 tahun. Mereka selalu diserang, disiksa dan bahkan dibunuh.
Anak-anak itu juga disirami dengan bensin pada mata atau telinga mereka sebagai bentuk untuk mengusir "arwah jahat" yang diyakini telah merasuki mereka.
